Sedikit Bercerita : Sssst.. Ini Tentang Mami
Namaku Anggi. Aku adalah anak tunggal dari seorang
single parents yang luar biasa hebat. Ia adalah Mami, seorang malaikat yang
Tuhan berikan untuk menjagaku, merawatku, mencurahiku dengan kasih tulusnya
hingga kini, aku berada di titik ini, menjadi seorang Anggi dengan pribadi yang
seperti ini.
Aku bersyukur mempunyai Mami disisiku. Ia adalah ibu
sekaligus teman, sahabat, tempat berkeluh kesah, tempatku menumpahkan segala
humor receh yang bila ibu-ibu lain mendengarnya, sudah pasti aku dicoret dari
KK.
Tuhan begitu baik memberikan seorang sosok ibunda
seperti Amih, padaku. Aku yang kepala batu, yang keluar rumah suka lupa waktu,
yang kadang kala sukanya nunda-nunda melulu, akan tunduk bila itu tentang amih.
Amih sudah menjadi single parents sejak aku kecil.
Terbayang betapa sulitnya menjadi figur ibu sekaligus ayah di keluarga kami.
Sampai detik ini, amih berjuang menghidupi Aku seorang diri, juga membantu
perekonomian keluarga amih sebab sejak kecil amih dan aku tinggal di kediaman
bapak dan ibundanya amih, alias opung ku (kakek dan nenekku). Dulu sering kali
amih tidak enak hati dengan opung karena merasa merepotkan dan memilih untuk
membawaku tinggal berpisah dari opung, namun opung memaksa kami menetap
dikediamannya hingga kini. Hari ini, Opung kian menua, dan disinilah Aku ikut membantu merawatnya.
Amih adalah perempuan tegar yang sungguh
menginspirasiku dalam menjalani setiap lembar hidupku. Cara ia memandang dan
memperlakukan keluarga, kerabat, sahabat, teman, orang asing, bahkan seisi
dunia maupun orang-orang yang membencinya membuat aku sadar akan betapa hebat
dan membanggakannya ia, mamiku. Ia bahkan terkadang memperlakukan orang lain
melebihi baiknya ia memperlakukan dirinya sendiri.
Dari sekian juta ibu-ibu di muka bumi ini, bagiku amih adalah ibu-ibu paling cantik, paling gaul, mentereng, modis, paling jago tawar menawar, paling kuat jalan-jalan, yang pernah ada.
Mamiku cantik.
Woiya, jelas.., anaknya juga cantik (kata mami) HAHAHAHA
Namun Aku serius.
Mami tergolong cantik untuk ukuran ibu-ibu
hampir setengah abad yang tak pernah perawatan-perawatan bak mami-mami
sosialita diluaran sana.
Ngomong-omong soal cantiknya Mami,
Aku jadi teringat cerita masa kelas 3 SD ku dulu . .
Pada waktu itu, Mami yang baru pulang kerja
menjemputku pulang dari sekolah. Dan kau tahu apa yang luar biasa? Hampir seisi
kelasku, bahkan bapak guru yang menjadi wali kelas B bertanya, “itu ibu kamu?”
“anggi, itu mamahnya anggi?” “anggi, mamahnya cantik banget, pantesan anaknya
cantik” “gi, kok ga mirip?” dan kata kata senada yang seolah-olah menggambarkan
ketidakpercayaan mereka kalau MAMI KU
CANTIK. ITU BENERAN MAMI AKUUU, SERIUSANNN..
Satu yang benar-benar membekas, dan membuatku
terbahak selalu ketika mengingatnya lagi, dari sekian banyak temanku yang heboh
ketika melihat mami, ada satu ..
“Anggi, aku mau nanya deh, mamih artis ya?”
Dengan polosnya temanku bertanya demikian, yang
sudah pasti jawabannya tidak. Astagaaa bisa-bisanya pertanyaan itu muncul.
Aku ingat, ketika aku menceritakan ini pada mami di angkot, ia jadi kepedean dan besar kepala.
Ya.
Kesamaan pertama yang paling mendasar antara aku dan mami adalah, kami tidak bisa dipuji.
Mami bisa digolongkan sebagai ibu-ibu hampir setengah abad yang gaul dan kekinian. Pertama, dandanan mami gak seperti ibu-ibu seumurannya kebanyakan. Setiap kami pergi, justru orang-orang mengira kami adalah kakak beradik. Dan parahnya, MAMI MENGIYAKAN. Siapa juga yang tidak senang dikira muda, iyakan? Dan itu berlaku di mami. Kedua, style berpakaian mami serta dandanannya selalu lebih baik dari caraku berpakaian dan berdandan. Style kami bertolak belakang sangat. Ia begitu feminine, dan aku “Kayak LANANG” (kalau kata mami). Dan hal itu kadang memicu perdebatan receh antara kami berdua.
Dulu, ada saat dimana amih masih sering membelikan aku baju tanpa
mengajakku ikut memilih, dan aku seringkali, amat sangat sering bahkan menolak
memakai apa yang amih belikan untukku. Alhasil, doi mulai malas karena
pemberiannya sering tak terpakai olehku. Seiring waktu, mau beli apa-apa, aku
harus mesti kudu wajib ikut. Perdebatan lainnya soal style berpakaian adalah,
Ia sering menganggapku aneh dalam mempadupadankan pakaian, pun sering berkomentar
tentang aku yang suka memakai pakaian yang menurutnya itu-itu saja gayanya.
Kalau sudah demikian, Ia pasti langsung berkata begini: “Kamu tuh kak, baju mu
banyak bagus-bagus itu lho.. KENAPA SIH KAYAK YANG GAPUNYA BAJU”
Mamiku kekinian. Ia bahkan kenal dengan kekoreaan,
content creator, selebgram, boba, dan lain-lain. Hobinya berbeda dari ibu-ibu
kebanyakan, yang saat ini dirundung demam pilem india, atau bahkan demam sinetron indo kayak itutuh.., Mas Al HAHAHAHA. Mamiku beda. Ia sukanya
drama korea, Jungkook BTS itu tuh.
Seperti ibu-ibu kebanyakan, ia juga sadis saat menawar hahaha L . Pernah ada kejadian lucu tentang hal ini. Dulu di akhir tahun, ketika aku dan mami hangout ke mall untuk mencari dress yang cocok kukenakan untuk natal, mami menawar sadis kepada si penjual dress itu. Alhasil penjual tidak rela melariskan dagangannya padaku. Aku dan Amih akhirnya berputar kesana kemari di mall itu mencari dress lain (seperti yang kukatakan sebelumnya, mami kuat jalan), namun tidak jua kami ketemu dengan dress yang cocok dan cucok.
Lelah.. Kami pun kembali ke toko yang awal. Dan ya. Tengsin sekali.
Lucunya, mami ogah balik kesana, karena gengsi
kalah tawar menawar dengan penjual. Ia memilih untuk duduk di restoran fastfood
di dekat toko itu, dan menyuruh Aku ke toko itu seorang diri sembari memantau
dibalik kaca bening restoran.
Ada ada aja emang.
Mamiku menyukai warna peach dan jingga. Aku tahu
karena ia sering mengumbarnya padaku sebagai kode, kalau-kalau aku berencana
memberinya kado di tanggal spesialnya, 25 November.
Ia sangatlah jago menari (dulu ia menjadi pelatih jaipong). Anehnya, aku sama sekali tak terlihat bakat-bakat menarinya. Bahkan amih menjuluki aku sebagai “kayu” “kanebo kering” yang kaku.
Anyways, Mamiku punya kemampuan di bidang seni , dan maybe, itu menurun sedikit padaku.
Oh ya, bahkan, sebelum di kerjaan yang sekarang, waktu muda, mamiku
adalah mantan penyanyi café, hotel, dan semacamnya loh. Dan ya, suaranya merdu,
bahkan jauh sangat merdu dibanding aku. Dulu ketika muda, ia adalah kebanggaan sekolahnya
karena ia memenangkan lomba menyanyi di stasiun tv legend, TVR*.
Jujur bila disuruh menceritakan hanya 1 kisah, aku bingung mau menceritakan kisah apa tentang aku dan mami, karna kisah kami tidak terhitung jumlahnya.
Pada intinya, saat ini..
Seorang anak yang sulit ungkapkan kecintaan
pada orang tuanya seperti diriku ini, ingin menyampaikan salamku kepada semua
anak di seluruh muka bumi ini, khususnya Indonesia..
Bagaimanapun UNIKNYA ibunda kalian, mereka sesungguhnya adalah malaikat terbaik pilihan Tuhan yang Tuhan tunjuk untuk menerangi kehidupan kita.
Jadi, sayangilah mereka !
Selagi mereka masih bisa kalian tatap wajahnya..
Kalian jabat tangannya,
Kalian dengar suaranya..
------------------------------------------------
P.s. Buat Amih. . .
Kaka ita sayang amih. Kaka ita mau amih sehat selalu, dan bahagia selalu.
Kaka mau mami ada sampai kaka bisa bikin mami bangga.
Terimakasih sudah ada dan bawa kaka ke dunia.

Komentar
Posting Komentar